Lada (Piper nigrum L.)

Lada atau merica (Piper nigrum L.) adalah rempah-rempah berwujud bijian yang dihasilkan oleh tumbuhan dengan nama sama. Lada sangat penting dalam komponen masakan dunia dan dikenal luas sebagai komoditi perdagangan penting di Dunia Lama. Pada masa lampau harganya sangat tinggi sehingga menjadi salah satu pemicu penjelajahan orang Eropa ke Asia Timur untuk menguasai perdagangannya dan, dengan demikian, mengawali sejarah kolonisasi Afrika, Asia, dan Amerika.

Lada tergolong tumbuhan merambat. Daunnya berbentuk bulat telur, tunggal, bertangkai, letaknya berseling atau tersebar. Lada berbunga majemuk, berbentuk bulir, dan menggantung dengan panjang bulir 3,5 sampai 22 cm, terdapat pada ujung atau berhadapan dengan daun. Sedangkan bagian yang dipakai sebagai obat adalah buah.

Kandungan kimia dalam lada hitam adalah saponin, flavonoida, minyak atsiri, kavisin, resin, zat putih telur, amilum, piperine, piperiline, piperoleine, poperanine, piperonal, dihdrokarveol, kanyo-fillene oksida, kariptone, tran piocarrol, dan minyak lada. Sifat kimiawi lada adalah pedas dan beraroma sangat khas.

Di Indonesia, lada terutama dihasilkan di Pulau Bangka. Lada disebut sahang dalam bahasa Melayu Lokal seperti bahasa Banjar, Melayu Belitung, Melayu Sambas, dan lain-lain.

Lada (Piper nigrum L.) merupakan komoditas ekspor potensial di Indonesia. Pada tahun 2005 produksi lada Indonesia menduduki urutan kedua dunia setelah Vietnam. Lada menyumbang devisa negara terbesar keempat untuk komoditas perkebunan setelah minyak sawit, karet, dan kopi

Di antara keluarga rempah-rempah, lada hitam (Piper nigrum) atau black pepper adalah jenis rempah-rempah yang paling populer. Ditemukan pertama kali di Malabar, pantai barat India bagian Selatan sekitar 2000 tahun yang lalu. Kini lada banyak ditanam di wilayah Asia, terutama Malaysia dan Indonesia.

Lada hitam memiliki banyak khasiat. Di antaranya adalah untuk melancarkan menstruasi, meredakan serangan asma, meringankan gejala rematik, mengatasi perut kembung, serta menyembuhkan rasa sakit kepala.

Klasifikasi lada adalah sebagai berikut :

Kerajaan:

Plantae

Divisi:

Magnoliophyta

Kelas:

Magnoliopsida

Ordo:

Piperales

Famili:

Piperaceae

Genus:

Piper

Spesies:

P. nigrum

Lada (Piper nigrum Linn atau pepper) yang oleh ibu rumah tangga sering disebut “merica”, merupakan salah satu komoditas unggulan bagi Indonesia. Secara ekonomi lada merupakan sumber pendapatan petani dan devisa negara non migas. Secara sosial merupakan komoditas tradisional yang telah dibudidayakan sejak lama dan aktivitas usahanya menjadi penyedia lapangan kerja yang cukup luas terutama di daerah sentra produksi.

Manfaat lada dalam rumah tangga sebagai bumbu penyedap rasa yang mengandung senyawa alkolid piperin, berasa pedas. Sedang manfaat untuk kesehatan, lada dapat melonggarkan saluran pernapasan dan melancarkan aliran darah di sekitar kepala. Oleh karena itu masakan yang berbumbu pedas merica cocok untuk penderita influenza, kepala pusing, perut kembung dan mual akibat masuk angin. Masakan yang menggunakan mrica dan cocok untuk kesehatan seperti saus steak, sup dan sebagainya.

Menurut jenisnya lada ada dua macam yaitu lada putih dan lada hitam. Lada putih adalah buah lada yang dipetik saat buah lada itu sudah matang. Lantas dikupas kulitnya dengan cara merendamnya dalam air mengalir selama dua minggu, kemudian dijemur selama tiga hari. Sedang lada hitam ialah buah lada yang saat dipetik sudah matang tapi kulitnya masih hijau, dan langsung di jemur selama tiga hari tanpa direndam terlebih dahulu.

Berikut ini adalah manfaat lada secara umum :

1) Sebagai bumbu masakan

Lada dapat dipergunakan sebagai bumbu dalam berbagai masakan tertentu, yang dapat memberikan bau sedap dan menambah rasa kelezatan makanan

Lada hitam memiliki sifat lebih sehat daripada kebanyakan yang orang tahu tentangnya. Lada hitam tidak seperti garam yang dapat membuat makanan kurang sehat jika terlalu banyak yang ditambahkan. Lada hitam adalah rempah-rempah yang memiliki potensi untuk membuat makanan lebih menguntungkan bila digunakan dalam berbagai resep dan sebagai bumbu meja.

2) Sebagai bahan baku industri makanan

Selama ini lada digunakan masih sebatas untuk industri makanan khususnya untuk pengawet daging, bumbu penyedap masakan, dan campuran obat-obatan. Namun ada juga digunakan untuk industri farmasi sebagai salah satu bahan wewangian. Selain itu juga lada dapat diolah menjadi lada bubuk (black pepper), lada putih (white pepper), saus lada hitam (black pepper sauce), lada hijau kering (dehydrated green pepper), lada hijau kering yang dibekukan (freeze dried green pepper), lada beku (frozen pepper), sambal (green pepper sambal), sause lada hijau (green pepper sauce), lada putih tanah (ground white pepper), lada hitam tanah (ground black pepper), lada yang digunakan untuk kesehatan (pepper in medicinal use), tahu lada (pepper beancurd), kue kering lada (pepper cookies), lada dalam botol (pepper in brine–cane, bottle, bulk), mayonnaise lada (pepper mayonnaise), minyak lada (pepper oil), oleoresin lada (pepper oleoresin), parfum lada (pepper perfume), wewangian lada (pepper potpourri), lada manis (pepper sweet), teh lada (pepper tea), youghurt lada (pepper youghurt), lada hijau yang diawetkan (preserved green pepper).

3) Sebagai bahan obat-obatan

a. Bahan obat penyakit pigmen kulit

Lada hitam ternyata bukan saja bermanfaat sebagai rempah penyedap makanan. Menurut sebuah penelitian, lada hitam juga memiliki potensi menjadi obat baru bagi penyakit pigmen kulit yang disebut vitiligo. Dalam istilah medis, vitiligo dikenal sebagai kondisi di mana di sebagian wilayah kulit kehilangan pigmen normal, sehingga permukaannya tampak memutih.

Seperti yang dipublikasikan dalam British Journal of Dermatology, para peneliti dari King's College London berhasil mengungkap manfaat piperin - kandungan utama yang membuat lada hitam terasa pedas dan gurih - dalam merangsang pigmentasi dalam kulit.

Vitiligo sendiri merupakan jenis penyakit kulit prevalensinya diperkirakan cukup besar yakni menyerang satu di antara 100 orang. Sejauh ini, para dokter mengobati vitiligo dengan menggunakan kortikosteroid yang dioleskan pada kulit. Pengobatan lainnya yakni dengan teknik fototerapi yakni menggunakan radiasi Ultraviolet untuk menciptakan kembali pigmmen kulit.

Namun begitu, dua metode pengobatan tersebut tingkat keberhasilannya masih rendah. Menurut penelitian, hanya kurang dari seperempat pasien saja yang memberi respon positif pada kortikosteroid. Sementara itu, penggunaan radiasi UV untuk menciptakan pigmentasi dalam jangka panjang dikhawatirkan akan memperbesar risiko terkena kanker kulit.

b. Obat pereda flu dan batuk

Lada yang juga disebut merica, sahang atau pepper (Inggris) mengandung zat kavisin yang membawa sifat pedas. Di dalam tubuh, senyawa-senyawa yang menjadi sumber rasa pedas akan bekerja meredam aktivitas otak saat menerima sinyal rasa sakit yang disalurkan dari sistem saraf. Sehingga beban rasa sakit yang tadinya tinggi jadi berkurang. Bumbu dapur yang berasal dari India Selatan ini juga baik dikonsumsi penderita sinusitis yang mudah terkena flu dan pilek. Lada mampu mengencerkan dahak dan lendir di rongga hidung, sehingga saluran napas terasa lega.

c. Obat pereda sakit kepala

d. Obat tradisional asma

e. Obat sakit gigi , nyeri rematik dan parasit

f. Daunnya sebagai obat batu ginjal

g. Obat kaki Bengkak (pada wanita hamil)

h. Obat disentri dan kolera

4) Sebagai bahan minyak lada

Lada gitam dapat menghasilkan minyak lada dari penyulingan kulitnya, mempunyai bau yang sedap dan dapat digunakan sebagai wangi-wangian. Lada hitam dapat dipergunakan sebagai bahan pembuat parfum karena masih mengandung resin. Bila disuling resin akan keluar menjadi minyak lada yang beraroma merangsang dan eksklusif. Lada putih tidak dapat disuling untuk diambil miyaknya karena tidak memiliki kulit luar yang mengandung resin sepetti halnya lada hitam.

Minyak lada terutama digunakan sebagai pemberi aroma dan rasa pada berbagai macam industri makanan dan juga dipakai dalam industri kosmetika dan farmasi. Bahan baku untuk peyulingan minyak lada :

• Lada gugur

• Lada enteng

• Lada menir

• Debu

• Asal

• Tangkai lada

5) Sebagai tumbuhan afrodisiak

Lada tergolong tumbuhan afrodisiak. Senyawa boron, calamene dan vacrol yang terdapat pada butiran buah lada dapat merangsang pengeluaran hormon androgen dan estrogen yang merupakan bekal utama pembangkit gairah seksual pada pria dan wanita. Predikat afrodisiak membumbungkan nama lada sebagai salah satu tumbuhan yang berpotensi mengatasi frigiditas dan impotensi

6) Sebagai campuran pembuatan minuman

Lada dapat juga dipergunakan sebagai campuran pembuatan minuman kesehatan dan penghangat tubuh yang memiliki fungsi utama untuk menyegarkan dan menghagatkan tubuh serta menjaga agar suhu tubuh tetap normal meskipun suhu udara kurang dari 0o derajat.

7) Membantu mencegah perkembangan kanker payudara (diekstrak dengan kunyit)

Seperti yang dilansir dari Web MD, sebuah penelitian yang dilakukan para peneliti dari University of Michigan Comprehensive Cancer Center
menemukan bahwa komponen yang terkandung di dalam lada hitam dan kunyit bisa menghambat pertumbuhan sel-sel yang memicu timbulnya kanker payudara.

Dalam percobaan laboratorium, para peneliti mengoleskan piperine (terdapat pada lada hitam) dan curcumin (komponen utama dalam kunyit) ke sel-sel kanker payudara. Saat digunakan secara bersamaan, kedua bumbu ini terbukti mengurangi jumlah stem cell tetapi tidak membahayakan sel-sel payudara yang normal.

Stem cell berpotensi tumbuh di berbagai tipe sel. Stem cell kanker diyakini memicu pertumbuhan tumor. Beberapa peneliti meyakini menyembuhkan kanker melibatkan penanganan stem cell tersebut.

“Jika kita bisa membatasi jumlah stem cell, kita bisa membatasi jumlah sel-sel yang berpotensi membentuk tumor,” kata seorang peneliti, Madhuri Kakarala.

Menurut peneliti, piperine menguatkan efek curcumin. Curcumin dan piperine merupakan polifenol yang berasal dari makanan. Polifenol diyakini mengandung antiperadangan dan komponen pelindung lainnya. Saat bekerja bersama-sama, kedua bumbu ini mencegah stem cell pemicu kanker beregenerasi dan memproduksi sel-sel kanker baru.

Peneliti mengatakan jika kedua komponen ini, tidak mempengaruhi proses pertumbuhan sel-sel normal.

8) Mengurangi perut kembung

Manfaat lain dari lada hitam adalah kemampuannya untuk mengurangi jumlah gas dalam saluran usus. Hal ini menyebabkan mengurangi perut kembung dan diyakini manfaat lain nya dalam meningkatkan asam klorida dalam lambung.

Bagi mereka yang memahami manfaat dari antioksidan, lada hitam dikenal memiliki jumlah besar sifat antioksidan. Hal ini juga memiliki manfaat terhadap pertumbuhan bakteri, terutama di saluran usus.

9) Lada putih dimanfaatkan untuk produksi kosmetik

10) Menyembuhkan encok

11) Sebagai bahan balsam lada dalam bentuk krim

Krim adalah sediaan setengah padat, berupa emulsi yang mengandung air tidak kurang dari 60 %. Pemilihan pengemulsi harus disesuaikan dengan jenis dan sifat krim yang dikehendaki, sebagai zat pengemulsi dapat digunakan emulgid, setasium, setil alcohol, stearil alcohol, trietanolamin stearat dan golongan sorbitan, polisorbat, polietilenglikol dan sabun. Basis krim yang baik untuk bahan aktif dari ekstrak lada hitam, mentol dan minyak gandapura adalah vanishing Cream) karena komposisi didalamnya mempunyai kandungan air 75 %.

12) Digunakan dalam pengobatan Ayurvedic untuk merangsang sistem pencernaan dan digunakan untuk pengobatan mual, kurang nafsu makan dan keluhan dispepsia lainnya.

Pengobatan ayurveda menggunakan lada dicampur dengan ghee (jenis mentega senyawa) untuk mengobati :

§ nasal congestion hidung tersumbat

§ sinusitis

§ skin eruptions

§ epilepsi

13) Anti Spasmodic

Ini adalah anti efektif spasmodik dan memberikan bantuan baik dalam kasus kram, otot kaku, kejang, kejang dll

Berkat kandungan beragam senyawa kimia penting, lada juga berkhasiat mengatasi bau berkeringat yang kurang sedap, haid yang tidak teratur, panas dalam, rematik, asam urat, tulang keropos, sakit gigi, asma, hernia dan penyakit kulit seperti kurap, kadas dan eksim. Pendek kata, begitu beranekanya manfaat lada bagi kesehatan, seakan-akan buah buni kecil yang berdiameter sekitar 5 mm ini jelmaan sebuah pabrik obat.
















  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Angin

Gadis pantai duduk di tepian ombak, di tengah butir-butir pasir basah nan lembut dan kerang kecil warna-warni

Mencari angin, karena tak tahu darimana ia bertiup dan kemana ia akan berhenti berhembus

Gadis pantai merenung :

….

Kalian seperti angin


Datang dan pergi begitu saja. Tak teraih. Tak tergenggam. Tak terlihat. Tapi aku bisa merasakannya


Kamu seperti angin laut


Hadir dalam setiap siangku. Memberi kesejukan ketika atmosfer di sekelilingku terasa panas menyesak jiwa


Tapi aku tak bisa selamanya menunggumu, sendirian di tepi pantai. Hanya ditemani suara ombak dan awan-awan bersih di atas sana


Kau menyegarkanku, tapi aku tak tahan terlalu lama di bawah terik matahari


Kamu seperti angin darat


Hadir dalam setiap malamku. Memberi kedamaian ketika cuaca di sekitarku tak mampu membuatku tersenyum dan tertawa lepas


Untuk saat ini aku ingin selalu menemuimu ketika malam merambah semesta. Tapi aku tak bisa selalu berada di pantai ini. Ombak ketika malam begitu mengerikan, terlalu gelap untuk tetap disana sendirian


Aku harus pulang ke rumah dan lalu tertidur sambil menunggu misteri, siapa yang akan datang dalam mimpiku


Aku menyukai senja karena itu membuatku dekat dengan kedua angin


Tapi tetap saja itu belum bisa membuatku memutuskan


Biarlah aku disini dulu, di garis batas ini sampai aku tahu pasti : sebenarnya aku ingin menjadi apa?


Siang ataukah malam?


Kadang terlintas untuk menjadi siang. Tapi aku takut memandang matahari


Aku takut terbakar sendirian dan hembusan anginmu tak cukup untuk memadamkan api ini


Kadang terpikir aku ingin menjadi malam saja. Selalu menemani angin darat bertiup ke lautan lepas


Siapa tahu angin akan melambungkanku ke langit luas untuk memetik satu bintang kecil untuk menerangi awan-awan


Entahlah...


….

Kalian seperti angin


Hanya singgah sejenak menyibak rambut si gadis lalu berhembus entah kemana


Dan pada akhirnya si gadis pantai harus beranjak juga setelah menunggu di tepian pantai


Berdiri ia dengan sorot mata bercahaya, dibersihkannya tubuhnya dari serpihan pasir pantai


Dipandangnya sejenak awan-awan putih di atas sana, dan dengan tersenyum ia meninggalkan pantai tanpa bertanya lagi


….

Angin laut dan angin darat, kalian sama-sama angin


Kalian sama-sama istimewa, kalian dapat hadir dalam satu hari, tapi tidak dalam waktu yang bersamaan


Hatiku ada satu. Biar saja ia menunggu sampai menjadi yakin


Mungkin ia berharap menjadi malam karena siang hari terlalu sering membakarnya


Mungkin ia takut hangus sekali lagi dan kuatir tak ada angin yang bisa kembali menguraikan kesedihannya


….

Saat ini biarkan saja si gadis pantai beranjak pergi


Ia masih punya cukup banyak semangat dan harapan


Harapan yang ia titipkan pada awan-awan putih dengan tersenyum manis


Senja mulai datang dan si gadis pantai berlari meninggalkan ombak, sambil meninju kecil di udara ia berteriak riang : "Suatu saat aku akan bertiup bersama angin!"

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Not a Small Thing

Ini adalah sebuah catatan kecil yang tidak sengaja saya rekam pada salah satu perjalanan singkat saya bersama ayah saya dari Purworejo menuju kota Solo tercinta. Pada satu siang yang terik itu, saya berangkat ke solo berboncengan motor dengan ayah saya, soalnya saya belum mempunyai SIM sehingga tidak memungkinkan saya untuk menempuh perjalanan jauh seorang diri.



Hmmm, sebenarnya saya juga meragukan hal ini : kalaupun saya sudah punya SIM kelak apakah saya berani bolak-balik Purworejo-Jogja sendirian, alias single roader, alias pengendara tunggal, alias naik motor tanpa diboncengin, alias berarti saya harus menghapal jalan sepanjang beratus kilometer dan itu bagi saya lebih rumit daripada menghafal alur – alur metabolisme tubuh, klasifikasi invertebrata, klasifikasi cryptogamae, anatomi chordata, Ilmu kesehatan dan gizi, anatomi morfologi tumbuhan, dan yang membuat saya lebih bingung lagi kenapa juga saya mesti mengungkit-ungkit mata kuliah semester lalu ini yang konon nilainya tidak memuaskan-memuaskan amat. Untuk itu saya mesti lebih banyak bersyukur atas kasih karunia yang dianugerahkan pada saya sehingga saya bisa lulus dari semester tiga dengan perjuangan yang tidak perlu diragukan lagi. Lho? Entahlah. Cukup sekian dan terima kasih.


Back to the red line, singkat cerita (sebenarnya tidak sesingkat ini), kami pun tiba di Yogyakarta, kota pelajar yang juga disebut kota seribu bangjo. Dengan kecepatan standar seorang pria sejati, ayah saya mengendara motor ijo saya, menerobos jalanan ramai berdebu di tengah mendung yang mulai menggelayut di awan-awan.


Entah berapa lampu hijau kami lalui, entah berapa kali kami berhenti di lampu merah, dan entah berapa kali kami tidak menggubris lampu kuning-yang berarti jalan pelan-pelan. Entah berapa kali kami berbelok ke arah kanan atau ke kiri, yang jelas kami selalu berjalan maju (Ya iyalah! Hehehe). Pada akhirnya kami sampai pada suatu pertigaan. Satu jalan dari arah yang kami lalui, satu jalan lurus ke arah depan, dan satu jalan membelok ke arah kanan. Ada satu paket lampu lalu lintas pada permulaan cabang jalan di depan kami. Awalnya ayah saya santai saja mempertahankan kecepatan sebab lampu di depan menunjuk warna hijau disertai tulisan : “lurus jalan terus”. Tapi semakin mendekati ke pertigaan banyak pengendara kendaraan bermotor yang berhenti di sisi kanan jalan menuju arah belokan ke kanan, dan ayah saya yang mungkin secara tiba-tiba melihat lampu merah di sisi kanan jalan menuju belokan ke kanan pun juga ikut berhenti, tapi di sisi kiri jalan, dan secara sangat mendadak sampai-sampai saya heran, kaget dan bertanya-tanya dalam hati. Waktu itu saya pikir ayah saya hendak mengambil arah kanan makanya berhenti, padahal lampu lalu lintas di atas sana menunjukkan warna hijau.


Bisa dibayangkan apa yang terjadi di belakang kami, rentetan bunyi klakson panjang dan keras, cacian atas kami yang berhenti tepat di marka jalan tatkala lampu hijau menyala, pandangan menjengkelkan dari orang-orang di sekeliling kami dan juga berbagai macam perasaan mati gaya yang tidak mengenakkan. Ya, kami jadi pusat perhatian. Hal itu jelas bukan posisi yang menguntungkan bagi saya dan ayah saya. Saya bisa menangkap perasaan bersalah ayah saya karena berhenti tanpa alasan, ah.. entahlah. Ayah saya mencoba agak melipir ke arah kanan jalan, tapi posisi motor kami sangat mepet dengan marka jalan, ditambah kendaraan lain yang tidak sabaran pengen segera melewati kami. Ahhh, pokoknya semua pengguna jalan di situ, detik itu terasa begitu menyebalkan bagi saya. Okelah, kami memang salah posisi, tapi come on-lah, itu jelas-jelas bukan kesengajaan yang direncanakan.


Mungkin mereka tidak tahu bagaimana rasanya menjadi orang yang terhakimi. Tapi di tengah-tengah kebisingan dan caci maki tersebut, di saat orang lain hanya bisa memandang kami dengan ekspresi - ni-orang-kok-bego-banget-sih?, ada satu orang yang tidak begitu. Seorang bapak-bapak, atau mungkin mas-mas, atau mungkin om-om, atau mungkin kakek-kakek (eh, kayaknya bukan kakek-kakek deh. Soalnya perawakannya masih terlihat macho getoo) berjaket kulit, dan posisinya paling dekat dengan kami, berada di sisi kanan jalan (dan posisinya tepat!), mungkin merasa kasihan atau entah kenapa (saya tidak memperhatikan wajahnya apalagi ekspresinya dan kalaupun saya memperhatikan, mana bisa saya melihat parasnya wong orang itu pakai helm + masker kok!), dia mengisyaratkan agar kami agak mepet ke tepi kanan dengan lambaian tangan berniat membantu, sambil manggut-manggut kepala yang entah berarti apa.


Pada intinya, posisi kami tetap saja sama : krugat-kruget di posisi semula sampai akhirnya beberapa detik kemudian ayah saya jalan terus. Ambil jalan lurus. Dan ternyata memang arah itulah yang menjadi tujuan perjalanan kami, bukan belok ke kanan. Hanya saja yah saya salah melihat lampu lalu lintas di arah kanan. Satu jalan ada dua macam lampu bangjo, ya baru kali ini deh kayaknya saya lewati (terserah mau dibilang katrok atau apapun, tapi ini jujur lho).


Pokoknya siang itu cukup berkesan bagi saya, mungkin isyarat pria berjaket kulit di jalan itu tidak begitu membantu posisi saya dan ayah saya. Toh hanya sebuah isyarat kecil? Tapi tentu saja tidak bagi saya. Di tengah-tengah situasi terpojok, seakan-akan tak ada yang mau memahami kami, tak ada yang mau peduli atas kesalahan posisi kami, pria itu mampu bersikap berbeda. Mungkin hal itu hanyalah sebuah perbedaan kecil, tapi itu cukup bagi saya untuk berpikir bahwa ternyata masih ada orang yang mau peduli, masih ada orang yang mau membela kami sekalipun kami salah. Sesederhana itu.


Sepanjang sisa perjalanan, saya terus berdoa untuk orang itu, untuk keluarganya di rumah, untuk pekerjaanya, untuk keuangannnya, untuk kesuksesannya, dan untuk keselamatannya. Saya memang tidak tahu orang itu siapa, dan barangkali orang itu juga tidak pernah mengingat kejadian siang itu. Mungkin baginya apa yang dilakukannya siang itu hanyalah sesuatu yang kecil, tapi bagi saya hal itu sama sekali bukan hal kecil.

Dari situ saya belajar : jangan pernah mengukur kepedulian seseorang berdasarkan kuantitasnya. Mungkin saat ini saya banyak mendapat kepedulian dari banyak pihak, entah yang saya sadari ataupun tidak. Untuk itu saya wajib bersyukur dan bersukacita senantiasa. Kejadian itu terus menginspirasi saya untuk belajar peduli sebab kepedulian bukanlah hal yang kecil. Siapa tahu hal kecil yang kita lakukan untuk orang lain begitu berarti bagi orang itu sehingga mampu membuatnya makin bersyukur dan bersukacita karena Tuhan.


*O iya ada satu perkataan ayah saya yang terlontar setelah peristiwa itu yang intinya : Jo gampang kagetan, nang kutho gedhe kudu siap mental. Yen pancen salah yo wes, tapi ra sah wedi neruske opo sing nang ngarepmu . Dari perkataan tersebut saya bisa menangkap makna lain yang intinya : Kadang orang lain tidak mau menerima kesalahan, entah sengaja ataupun tidak, tak apa. Itu hak mereka. Tapi jangan sampai perjalanan hidup kita hanya ditentukan oleh penerimaan orang lain atas kita. Ayah saya bisa saja hanya asal ngendikan, tapi itu benar-benar berarti bagi saya :)


Yuk tetep peduli^^

Caring sincerely. Whatever it is, it will never be a small thing, but don't be pleased to do this

GBU.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments